Skip to main content

Oh…La…La… SNMPTN Gagal Dulu, Sukses Kemudian

1 Agustus 2008. Pengumuman ujian Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dibeberkan di internet. Banyak yang histeris karena bahagia, banyak juga yang mengusap air mata karena gagal masuk kampus idaman. Easy guys, banyak jalan menuju Roma!

Lia termangu-mangu. Ditatapnya ponsel ber-casing pink kesayangannya dengan hati berdebar. “Duh, aku lulus nggak ya,” kata-kata itu berkecamuk dalam batinnya.

Jumat pagi kemarin Lia emang esktra nervous. Hari itu pengumuman ujian SNMPTN digelar via internet. Nah itu dia masalahnya. Komputer di rumahnya tidak berlangganan internet. Dia juga nggak punya wireless modem untuk ber-internet ria via operator seluler.

Jadilah dia hanya bisa mengirim SMS kepada temannya yang lagi nongkrong di warnet. Dan menunggu balasan dari temannya itu membuatnya seperti berada di ujung tiang gantungan. Dag…dig…dug…
Tiba-tiba ponselnya bunyi. Ada SMS masuk! “Nomor kamu nggak ada,” begitu bunyi SMS dari sohib kentalnya itu. Lia pun langsung lemas.

“Aku kecewa sekali,” kata lulusan SMAN 10 Pekanbaru ini lirih.

Hal yang sama pun dirasakan Aby. Alumni SMA Negeri Rengat ini juga sudah sibuk dari Kamis lalu. Sejak tengah malam, doski sudah bela-belain nongkrong di warnet. Tujuannya cuma satu: melihat pengumuman SNMPTN secepat-cepatnya.
Namun, manusia boleh berharap, Tuhan yang menentukan. Setelah dicari-cari sampe matanya pedih, eh nomor andalannya nggak nongol juga. Yup, doski nggak lulus SNMPTN. “Aku gagal di SNMPTN tahun ini, Mau gimana lagi?” ucapnya pasrah.


Ujian Lokal
Gagal SNMPTN, Aby ternyata nggak mau berlama-lama meratapi nasib. Doski mengaku bertekad akan tetap melanjutkan pendidikan di Universitas Riau mengambil jurusan Ilmu Komunikasi.

“Aku mau coba ikut ujian lokal aja,” jawabnya mantap.
Lain lagi penuturan Bambang. Alumni salah satu SMA Negeri di Dumai ini juga lagi bad mood gara-gara nggak lulus. Tapi meski kecewa berat, doski mengaku nggak mau patah semangat hanya karena SNMPTN.

“Aku sih berpikirnya, nggak lulus tahun ini karena lagi nggak beruntung aja,” katanya enteng.
Dengan semangat 45, dia mengungkapkan langkahnya nggak akan berhenti sampai di situ. “Aku mau coba jalan lain. Kan nggak Cuma satu jalan untuk kuliah. Universitas swasta sekarang juga nggak kalah berkualitas kok,” katanya santai.
Selain itu, cowok yang sering dipanggil Benk-Benk ini mengaku tidak mau ikut SNMPTN tahun depan. “Aku nggak mau nunggu ikut SNMPTN tahun depan. Mendingan ikut ujian lokal atau masuk universitas swasta.”


Ujian Lokal Harapan Baru
Lina, salah satu peserta SNMPTN yang gagal tahun ini juga mengaku bias berlapang dada. “Meski gagal, kita mesti bersabar aja. Aku sih mau coba jalan yang lain untuk masuk universitas yang sama.”
Namun doski lebih memilih ikut ujian lokal daripada masuk ke universitas swasta. “Aku lebih memilih ikut ujian local aja. Menurut aku, universitas negeri lebih menjamin aja,” sambung gadis yang hobi jalan-jalan ini.
Pernyataan Lina sangat didukung Icha. Gadis yang bercita-cita menjadi seorang dosen ini dengan mantap mengatakan bahwa SNMPTN ini cuma nasib-nasib-an.

“Mungkin belum rejeki aku aja kali ya,” ucapnya sambil tertawa. Tapi Icha dengan tampang serius mengatakan bahwa doski tetap harus kuliah tahun ini. “Aku nggak mau kuliah tahun depan. Diusahain tahun ini.”
Doski juga memilih untuk ikut ujian local. Namun doski mengaku, jika tidak lulus di ujian lokal, baru memilih jalan terakhir kuliah di universitas swasta

“Kuliah enakan di negeri, lebih murah dan akreditasnya baik. Universitas swasta juga bagus sih, tapi biayanya cukup tinggi.” Dia sangat berharap bias lulus di ujian lokal nantinya.

Comments

Paling Banyak Dibaca