Skip to main content

Ayo Kejar Ujian Lokal

Gagal lolos di SNMPTN? Jangan murung dulu. Masih ada jalan masuk ke kampus negeri idaman. Harapan itu masih ada, lewat ujian lokal. Ribuan kursi disiapkan untuk para mahasiswa baru lewat ‘’pintu’’ ini.


Ardi Khairi, alumni SMAN 2 Dumai, tahun ini lagi apes. Doski nggak lulus SNMPTN. Kandas sudah impian untuk masuk fakultas ekonomi di universitas idamannya.
“Tapi aku tetap coba ujian lokal. Kalo nggak lulus juga, ya mungkin emang lagi nggak beruntung aja,” ujar cowok yang hobi main game ini.
Doski bilang, jurusan yang akan dipilihnya adalah akuntansi dan manajemen Universitas Riau. “Kalo nggak lulus ujian lokal, ya aku milih kuliah di universitas swasta aja. Daripada nganggur, kan rugi,’’ katanya.
Sama aja dengan Okto Reza Okto. Alumni SMAN 2 Air Tiris ini juga akan berlaga lewat ujian lokal. ‘’Ya mau gimana lagi. Meski kecewa juga sih nggak lulus SNMPTN,. tapi semoga di ujian lokal ini aku bisa lulus. Meski lebih mahal biayanya, yang penting bisa kuliah di (universitas, red) negeri,” katanya yakin.
Cowok satu ini kelihatan serius banget mau berjuang di ujian lokal. Saat ditemui Xpresi di gedung rektorat Unri, Panam, doski baru aja ngambil formulir.
“Untuk jaga-jaga, aku juga udah mendaftar di Universitas Islam Riau jurusan pendidikan jasmani kesehatan dan rekreasi. Kalo di ujian lokal gagal juga, ya udah di swasta aja,” tambahnya.
Rahmiwati, alumni SMK PGRI Bangkinang, juga siap berlaga di ujian lokal. Dia barusan aja mendaftar di ujian masuk mandiri UIN Susqa Pekanbaru. Tapi, cewek yang mengambil jurusan ilmu komunikasi ini merasa deg-deg-an juga.
‘’Takut nggak lulus, karena ini kesempatan terakhir untuk kuliah di universitas negeri,’’ ungkapnya.
Walaupun ia merasa cemas, tapi cewek hitam manis ini mengaku tetap optimis lulus. ‘’Kalo nggak kuliah, mungkin aku ikut kursus komputer,’’ tuturnya.

Nggak Semua
Jurusan
Ternyata, nggak semua fakultas membuka ujian lokal. Universitas Riau misalnya, hanya 7 fakultas yang membuka ujian lokal. Kepala Biro Administrasi Akademis dan Kemahasiswaan (BAAK) Unri, Drs Usman Manan BcHK bilang, Unri menggelar ujian lokal sebanyak dua kali. Gelombang pertama udah dilaksanakan 14 dan 15 Juli lalu.
“Gelombang kedua akan digelar 14 dan 15 Agustus mendatang,” katanya saat ditemui Deteksi Xpresi di ruang kerjanya, Jumat (8/8) kemarin. Dia bilang, pendaftaran gelombang kedua ini dibuka sejak 1 Agustus hingga 9 Agustus kemarin dengan biaya pendaftaran Rp 175 ribu.
Saat Xpresi menanyakan berapa mahasiswa yang akan diterima melalui ujian lokal, Usman mengatakan belum tahu pasti. “Karena sesuai dengan porsi program studinya masing-masing. Itu berdasarkan rasio. Tapi yang jelas, jumlah mahasiswa non reguler (masuk lewat ujian lokal) tidak boleh melebihi reguler (masuk lewat SNMPTN),’’ katanya.

Peminat Membludak
UIN Susqa juga melaksanakan ujian lokal yang dinamakan ujian masuk jalur mandiri (UMJM). Kabag Akademik UIN Susqa, Dra Hayatul Khair bilang, minat calon mahasiswa untuk kuliah di UIN Susqa tahun ini lebih tinggi dibanding tahun lalu. Bahkan, UIN Susqa peringkat nomor dua UIN se-Indonesia untuk peminat calon mahasiswa. Wow!
“Tahun ini kuotanya 3.075 orang,” katanya kepada Xpresi, Selasa (5/8) kemarin.
Dia menjelaskan, selain itu, UIN Susqa juga menerima mahasiswa melalui Penelusuran Bibit Unggul Daerah (PBUD) sebanyak 745 orang dan 1.395 orang melalui SNMPTN.
‘’Peminat calon mahasiswa melalui SNMPTN di UIN sebanyak 5.900 orang. Sedangkan yang kita terima 1.395 orang,’’ kata Hayatul.
Untuk UMJM, UIN tetap membuka untuk semua fakultas, antara lain Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Fakutas Syariah dan Ilmu Hukum, Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial, Fakultas Pertanian dan Peternakan, Fakultas Ushuluddin dan Fakultas Psikologi.
Pendaftarannya udah dibuka mulai 21 Juli hingga 7 Agustus lalu. Harga formulir pendaftarannya sedikit lebih mahal, yakni Rp 250 ribu. Sedangkan ujiannya dilaksanakan 11 dan 12 Agustus di kampus baru UIN Susqa di Panam. “Hingga pendaftaran terakhir, jumlah calon mahasiswa yang mendaftar UMJM 1.826 orang. Sekitar 50 persen yang akan kita terima,’’ ungkapnya.

Lebih Mahal
Meski sama-sama negeri, tapi biaya kuliah mahasiswa reguler dan non reguler nggak sama. Mahasiswa non reguler harus membayar lebih mahal.
Biaya masuk (SPP dan dana lainnya) Fakultas Ekonomi Unri misalnya, untuk siswa reguler Rp2.192.000 sedangkan yang non reguler Rp7.075.000, artinya hampir empat kali lebih mahal. Fakultas Teknik, reguler Rp2.317.000 dan non reguler antara Rp6.267.000 hingga Rp6.667.000 tergantung program studinya. Fakultas Pertanian, untuk reguler sebesar Rp2.317.000 dan non reguler Rp4.961.000.
Menariknya, hal ini tidak terjadi di UIN Susqa. Tidak ada perbedaan biaya antara mahasiswa reguler dengan non reguler.
‘’Kalau SPP semuanya disamakan, tidak ada perbedaan. Yang berbeda cuma harga formulir saat pendaftaran awal,” ujar Hayatul.(dodi-rustam-CCMD)

Comments

Paling Banyak Dibaca