Skip to main content

Cara Cepat jadi Sarjana

Dulu, ada paradigma instan yang berkembang di kalangan sementara mahasiswa. Cara pikirnya begini: makin cepat jadi sarjana, makin cepat jadi pengangguran. Artinya, duit dari ortu pun tak lagi mengucur. Tak bisa ‘’hura-hura’’ dan menghabiskan masa muda lagi dengan baik. Akibatnya, banyak yang lebih suka berlama-lama menjadi mahasiswa bahkan sampai bergelar MA alias ‘’mahasiswa abadi.’’Cara pikir seperti itu tentu tak lagi relevan. Pepatah biar lambat asal selamat tak lagi cocok untuk kondisi zaman yang menuntut akselerasi penuh. Sekarang pepatahnya, yang penting cepat dan selamat.
Makanya tak jarang sekarang ada mahasiswa, lewat program akselerasi di SMA, yang sudah kuliah umur 14 tahun. Umur 18 tahun sudah jadi sarjana.Bagi yang masuk perguruan tinggi dengan waktu normal, tiga tahun kuliah sekarang sudah hal yang biasa dan perlu. Umur 22 menjadi sarjana bukan hal yang aneh. Buku Seribu Hari Menuju Sarjana ini menawarkan cara cepat jadi sarjana itu. Menjadi sarjana di usia muda bukanlah hal yang tercela, bahkan sangat bagus. Ada banyak jalan untuk memulai kehidupan baru setelah keluar dari kampus, misalnya memasuki dunia kerja.
Buku yang diedit Saidul Tombang ini menuntun agar mahasiswa jangan terjebak pada anggapan bahwa kuliah itu sulit, makan waktu lama, harus botak dulu, baru tamat dan sebagainya. Bagi mahasiswa yang merasa kehilangan motivasi untuk kuliah, buku ini dapat menjadi salah satu bacaan alternatif.***
oleh:Muhammad Amin

Comments

Paling Banyak Dibaca